KONI Kota Jambi

Kejurprov

Lebih dari Sekadar Medali: Ikuten Barus Sebut Kejurprov 2026 Sebagai Kemenangan Bersama Ekosistem Panjat Tebing Jambi

Ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Jambi 2026 yang berlangsung sejak 30 Juli lalu telah menjadi panggung pembuktian bagi talenta-talenta muda kebanggaan daerah. Lebih dari sekadar arena perebutan medali, kompetisi tahun ini menjadi simbol nyata persaudaraan, ketangguhan, dan komitmen bersama dalam memajukan prestasi olahraga panjat tebing di Provinsi Jambi. Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Jambi, Ikuten Barus, SH, secara khusus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen dari berbagai kabupaten dan kota yang telah bertanding dengan semangat juang luar biasa dan sportivitas yang tinggi. “Kejurprov 2026 ini adalah kemenangan bagi kita semua, bagi ekosistem panjat tebing Jambi. Saya sangat salut dan mengapresiasi dedikasi luar biasa dari rekan-rekan kontingen FPTI Bungo, Tanjung Jabung Timur, Kota Sungai Penuh, Batang Hari, Sarolangun, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Kerinci, dan Tebo,” ujar Ikuten Barus. “Kehadiran dan performa tangguh dari setiap kontingen menunjukkan bahwa kualitas pembinaan atlet di seluruh pelosok Provinsi Jambi semakin merata dan sangat kompetitif.” Berdasarkan klasemen sementara, persaingan prestasi memang berlangsung sehat dan ketat. FPTI Kota Jambi saat ini memimpin dengan perolehan 8 medali emas, 6 perak, dan 3 perunggu. Pengejaran sengit ditunjukkan oleh FPTI Bungo yang sukses mengamankan 4 medali emas, 1 perak, dan 5 perunggu. Kontingen FPTI Tanjung Jabung Timur dan FPTI Kota Sungai Penuh juga membuktikan ketangguhannya dengan masing-masing berhasil merebut 1 medali emas. Dinamika klasemen ini dinilai sebagai indikator positif bahwa kekuatan panjat tebing Jambi tidak terpusat di satu titik saja. Di bawah kepemimpinan Ikuten Barus, SH, FPTI Kota Jambi yang menurunkan kekuatan 20 atlet (10 putra dan 10 putri) memang tampil maksimal di berbagai disiplin, baik Speed WR maupun Lead, dari kelas Spider Kid hingga kategori Umum. Namun, sosok yang dikenal visioner ini menekankan bahwa keberhasilan menembus ujian kompetisi ini diraih di tengah tantangan efisiensi dana pembinaan olahraga yang dirasakan banyak pihak. “Prestasi yang lahir di dinding panjat ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah hasil keringat kolektif. Kami sangat berterima kasih atas dukungan tak terhingga dari KONI Kota Jambi, para pengurus, penasehat, tim pelatih, dan tentu saja pengorbanan luar biasa dari para orang tua atlet. Dukungan merekalah yang menutupi berbagai keterbatasan sehingga anak-anak kita bisa tampil percaya diri,” tegas Ikuten Barus. Menghadapi sisa pertandingan di hari ketiga dengan 10 keping medali emas yang masih menanti untuk diperebutkan, kontingen FPTI Kota Jambi tetap menjaga fokus pada komitmen awal mereka. Meski tekad mempertahankan gelar sangat kuat, Ikuten Barus mengingatkan seluruh jajarannya bahwa sikap saling menghargai adalah mahkota tertinggi dari seorang atlet. “Mari kita tuntaskan sisa kejuaraan ini dengan senyum dan sportivitas. Siapapun yang kelak berdiri di podium tertinggi, baik itu dari Kota Jambi, Bungo, ataupun kabupaten lain, mereka semua adalah aset masa depan Jambi. Kita adalah satu keluarga besar FPTI yang akan terus saling dukung dan saling menghargai,” tutupnya. Kejurprov Panjat Tebing Jambi 2026 diharapkan terus melahirkan atlet-atlet potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Provinsi Jambi di kancah nasional maupun internasional. Penulis : Andrew Sihite

Rapat Kerja

Tuai Pujian Manis dari KONI, Muker PBSI Kota Jambi Buktikan Komitmen Cetak Prestasi Sejak Awal Tahun

Ada energi positif yang luar biasa mewarnai dunia olahraga Kota Jambi pada Sabtu (1/8/2026). Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jambi baru saja sukses menggelar Musyawarah Kerja (Muker) Tahun 2026 di Sekretariat Pengprov PBSI Jambi (Wanagraha), Simpang Pulai. Langkah cepat dan nyata dari PBSI Kota Jambi ini rupanya mendapat sorotan istimewa. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jambi, Antoni Gumay, yang hadir langsung membuka acara, tak segan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen luar biasa yang ditunjukkan oleh jajaran pengurus PBSI. Bagi KONI, inisiatif PBSI Kota Jambi untuk segera duduk bersama, mengevaluasi, dan merancang masa depan adalah bukti nyata dari sebuah dedikasi. “Melihat semangat kawan-kawan PBSI hari ini, saya sangat bangga. Raker yang terukur, yang mampu mengagendakan dan mengevaluasi kerja-kerja organisasi, adalah tolak ukur utama dari sebuah organisasi yang sehat. Inilah pondasi kita,” ujar Antoni Gumay dengan senyum hangat penuh kebanggaan. Antoni menyadari, bekerja mengurus olahraga butuh keikhlasan dan visi yang jelas. Ia memotivasi seluruh pengurus bahwa rapat kerja bukanlah sekadar rutinitas di atas kertas, melainkan sebuah ‘kompas’ yang menuntun arah organisasi. Tanpa rapat kerja, organisasi akan kehilangan peran dan arah untuk satu tahun ke depan. Lebih jauh, pria yang akrab dengan semangat pembinaan ini mengingatkan indahnya sebuah sinergi. Ia berharap program-program brilian dari PBSI Kota Jambi ini bisa terus selaras layaknya sebuah harmoni—mulai dari arahan Pengurus Besar (PB) di pusat, turun ke Pengprov, hingga dieksekusi dengan cantik oleh Pengcab di daerah. “Semuanya harus saling terhubung, agar setiap keringat dan usaha kita di lapangan bisa terukur dan berbuah manis,” tambahnya. Melihat betapa rapi dan solidnya Muker PBSI kali ini, KONI Kota Jambi bahkan menjadikan semangat ini sebagai inspirasi untuk cabang olahraga (cabor) lainnya. Antoni berharap kedisiplinan berorganisasi ini bisa menular, di mana Raker idealnya bisa ditertibkan pada bulan pertama atau kedua (Januari-Februari) setiap tahunnya. Dengan rencana yang matang dari awal tahun, jalan untuk mencetak atlet-atlet tangguh yang berprestasi akan semakin terbuka lebar. Kesuksesan acara yang penuh kehangatan ini tentu tidak lepas dari kerja keras tim di balik layar. Mulai dari kepemimpinan Ketua Umum PBSI Kota Jambi, M. Mukhtar Ali, S.E., yang terus membawa aura positif, hingga dedikasi Ketua Panitia, Edwin, yang memastikan acara mengalir lancar dari awal hingga akhir. Kehadiran Erwin Zulwari dari Bidang Organisasi yang mewakili Ketua Umum Pengprov PBSI Jambi juga semakin mempertegas kuatnya dukungan bagi PBSI Kota Jambi. Rangkaian sidang pleno yang membahas evaluasi kinerja 2025 hingga penetapan program 2026 telah rampung. Namun, tugas mulia baru saja dimulai. Teruslah berkarya dan jangan pernah turunkan semangat, PBSI Kota Jambi! KONI dan seluruh masyarakat selalu mendukung dan menanti lahirnya juara-juara baru dari ayunan raket kalian. Salam Olahraga! Penulis : Andrew Sihite – Alion Meisen – Wak Amran (KONI KOTA JAMBI)

Rapat Kerja

Kompol Benny Pane Serahkan Pataka, Sultan Youdhi Prayogo Resmi Nahkodai PERTINA Kota Jambi

AMBI.Gen.Ind – Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Jambi yang digelar di Gedung Tinju Jambi, Jumat (31/7/2026), berlangsung sukses dan menghasilkan kepemimpinan baru. Sultan Youdhi Prayogo resmi terpilih sebagai Ketua PERTINA Kota Jambi periode 2026–2030. Muskot secara resmi dibuka oleh Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PERTINA Jambi, Kompol Benny Pane. Pembukaan turut dihadiri Wakil Ketua Pengprov PERTINA Jambi Hendri Hutabarat, Sekretaris Ceppy Pradana, Ketua Panitia Pandepotan Tambunan, serta Wakil Ketua Umum KONI Kota Jambi Mainoski. Dalam sambutannya, Kompol Benny Pane menyampaikan harapan besar agar kepengurusan baru mampu membawa semangat baru bagi kemajuan olahraga tinju di Kota Jambi. “Semoga melalui Musyawarah Kota ini lahir kepemimpinan yang mampu membesarkan PERTINA Kota Jambi. Kita ingin semakin banyak bibit-bibit petinju berbakat yang mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama Jambi di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya. Usai pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sidang Musyawarah Kota yang dipimpin oleh Ceppy Pradana selaku pimpinan sidang, didampingi Bang Boy sebagai sekretaris sidang dan Anggiat sebagai anggota. Proses persidangan berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan hingga menetapkan Sultan Youdhi Prayogo sebagai Ketua PERTINA Kota Jambi periode 2026–2030. Ketua Panitia Pelaksana, Pandepotan Tambunan, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian Musyawarah Kota berjalan lancar sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. “Alhamdulillah, seluruh tahapan Muskot berjalan dengan baik, tertib, dan penuh kekeluargaan. Terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” katanya. Sebagai simbol estafet kepemimpinan, Kompol Benny Pane menyerahkan Pataka PERTINA kepada Sultan Youdhi Prayogo. Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengprov PERTINA Jambi juga menyerahkan cinderamata PERTINA kepada jajaran Pengurus KONI Kota Jambi sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pembinaan olahraga tinju. Sementara itu, Sultan Youdhi Prayogo menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PERTINA Kota Jambi. “Saya mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan ini. Insya Allah saya akan bekerja keras bersama seluruh pengurus untuk membesarkan PERTINA Kota Jambi, memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, serta melahirkan petinju-petinju berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kota Jambi dan Provinsi Jambi di berbagai kejuaraan,” tegasnya. Dengan terpilihnya kepengurusan baru, diharapkan PERTINA Kota Jambi semakin solid dalam menjalankan program pembinaan, meningkatkan prestasi atlet, serta menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga di Kota Jambi. (www.generasi-indonesia.com)

Kejuaraan

Antoni Gumay Rangkul Rumah Biliar se-Kota Jambi untuk Lahirkan Atlet Bertaraf Internasional

Dentuman bola biliar pada Minggu malam (26/7/2026) di Pemancar Billiard bukan sekadar penanda berakhirnya sebuah kompetisi, melainkan titik awal kebangkitan olahraga ketangkasan ini di Kota Jambi. Turnamen Pemancar Billiard Piala Ketua KONI Kota Jambi sukses ditutup dengan kemeriahan, melahirkan gagasan besar yang siap merajut kekuatan seluruh pembinaan atlet biliar di daerah ini. Momen penutupan tersebut terasa sangat prestisius dengan kehadiran langsung Ketua KONI Kota Jambi, Antoni Karia Gumay. Menunjukkan komitmen dan keseriusan penuh terhadap kemajuan olahraga, beliau hadir didampingi oleh Sekretaris KONI Kota Jambi, Ivan Adetusa, S.E., beserta jajaran Wakil Ketua dan segenap pengurus KONI Kota Jambi. Kehadiran formasi lengkap ini menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi para atlet, panitia, maupun pecinta biliar yang memadati arena. Dalam sambutannya, Antoni Gumay tidak sekadar memberikan apresiasi, tetapi juga menancapkan sebuah visi strategis yang mengundang riuh tepuk tangan. Ia secara khusus menekankan pentingnya sinergi untuk menyatukan kekuatan olahraga biliar di Kota Jambi. “Ke depan, saya sangat berharap seluruh rumah-rumah biliar yang ada di Kota Jambi bisa diajak bergabung dan mendaftarkan diri di bawah naungan POBSI Kota Jambi. Langkah ini memiliki satu tujuan besar: agar rumah-rumah biliar tersebut dapat mengajukan atlet binaan terbaik mereka kepada POBSI. Dari sanalah, kita akan saring dan kirim atlet-atlet tersebut untuk mewakili Kota Jambi mengukir prestasi, baik di kejuaraan tingkat nasional maupun internasional,” tegas Antoni dengan penuh keyakinan. Visi besar ini selaras dengan filosofi yang ia bagikan malam itu. Biliar mengajarkan tentang ketenangan jiwa, presisi tingkat tinggi, perhitungan yang matang, dan fokus pada tujuan akhir. Antoni berpesan agar mental juara ini terus diasah; bagi yang menang untuk tidak cepat berpuas diri, dan bagi yang kalah untuk menjadikan pengalaman ini sebagai energi memperbaiki bidikan di masa depan. Gemerlap dan suksesnya perhelatan ini tentu menjadi bukti nyata dedikasi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Jambi. Apresiasi setinggi-tingginya disematkan kepada Ketua Umum POBSI Kota Jambi, Donni Tamtama Saputra, dan Sekretaris Umum, M. Marwan Mahdi, S.E., M.E. Di bawah komando mereka, kepanitiaan yang solid mampu menyuguhkan turnamen yang profesional dan menjunjung tinggi sportivitas. Di balik layar kesuksesan ini, terdapat sinergi banyak pihak yang tak luput dari perhatian. Ucapan terima kasih dan apresiasi yang tulus ditujukan kepada seluruh jajaran sponsor, para donatur, dan mitra pendukung yang telah mengulurkan tangan memastikan kelancaran acara. Penghargaan khusus juga diberikan kepada manajemen Pemancar Billiard yang telah menyediakan venue berstandar tinggi, serta jajaran kepanitiaan, wasit, dan tenaga medis yang bekerja keras tiada henti. Berkat kolaborasi seluruh pihak inilah, turnamen berjalan sempurna tanpa menyisakan kekecewaan, melainkan kebanggaan bersama. Turnamen Pemancar Billiard Piala Ketua KONI Kota Jambi tahun 2026 mungkin telah usai, namun gaung pergerakannya baru saja dimulai. Dengan terbukanya pintu kolaborasi bagi seluruh rumah biliar di Kota Jambi, langkah menuju panggung nasional dan internasional kini telah dibidik dengan sangat presisi. Maju terus olahraga biliar Kota Jambi! Penulis : Andrew Sihite – Alion Meisen (KONI Kota Jambi)

Rapat Kerja

Anggaran Boleh Terbatas, Prestasi Harus Tancap Gas: Pesan KONI di Raker IMI Kota Jambi

Ibarat melibas sirkuit dengan tikungan tajam dan cuaca yang tak menentu, dunia olahraga otomotif selalu menuntut ketangkasan, manuver cerdas, serta daya tahan tingkat tinggi. Semangat pantang kendor inilah yang mewarnai Rapat Kerja (RAKER) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Jambi. Merujuk pada surat undangan resmi yang terlampir pada dokumen Undangan Kepada KONI Kota Jambi, RAKER yang berpusat di Sekretariat IMI Kota Jambi (Café Jas Kupi) ini menjadi momentum penting untuk memanaskan kembali mesin-mesin organisasi. Acara strategis ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya jajaran elit olahraga kota. Ketua KONI Kota Jambi, Antoni Gumay, turun langsung ke ‘lintasan’ didampingi oleh Sekretaris KONI Kota Jambi, Ivan Adetusa, SE, beserta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan bentuk dukungan penuh bak pit crew andalan yang siap menyokong para pembalapnya. Dalam sambutannya, Antoni Gumay memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh jajaran pengurus IMI Kota Jambi. Sorotan utamanya tertuju pada rekam jejak mesin IMI yang melaju kencang sepanjang tahun 2025, di mana IMI Kota Jambi sukses menjadi motor penggerak terselenggaranya berbagai event besar berskala kota. “Dedikasi dan keaktifan IMI Kota Jambi sangat luar biasa. Apa yang telah ditorehkan pada tahun 2025 adalah bukti nyata bahwa pengurus IMI memiliki kapasitas mesin pemacu prestasi yang tangguh dan patut diacungi jempol,” tegas Antoni Gumay, yang langsung disambut gemuruh semangat para pengurus IMI yang hadir. Namun, layaknya sebuah balapan sejati, selalu ada rintangan di lintasan yang harus dilewati dengan kepala dingin. Di tengah euforia prestasi, Ketua KONI Kota Jambi juga menyampaikan sebuah realita administratif yang membutuhkan kedewasaan berorganisasi. Secara terbuka, beliau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah. Kebijakan ini diibaratkan sebagai ‘pengereman’ yang dampaknya harus dirasakan oleh seluruh Cabang Olahraga (Cabor) di bawah naungan KONI Kota Jambi, tanpa terkecuali cabor otomotif. “Saat ini pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran, dan getarannya berpengaruh pada semua cabor. Kami dari KONI meminta maaf atas ketidaknyamanan situasi ini,” ungkap Antoni. Meski demikian, pesan penutup dari Ketua KONI justru menjadi pemantik adrenalin bagi keluarga besar IMI. Beliau berharap agar para pengurus dan atlet IMI Kota Jambi tidak lantas menurunkan gigi persneling. Di tengah “badai efisiensi” ini, IMI harus tetap gaspol dan membuktikan bahwa lahirnya sebuah prestasi tidak semata-mata bergantung pada melimpahnya ‘bahan bakar’ anggaran, melainkan didorong oleh mental juara, inovasi, dan soliditas tim yang kuat. Momentum krusial ini tentu tidak dilewatkan begitu saja oleh barisan klub anggota di bawah naungan IMI Kota Jambi. Rapat Kerja ini sejatinya adalah paddock tempat mereka duduk bersama untuk membedah telemetri organisasi—mengevaluasi program kerja yang telah melesat setahun ke belakang, sekaligus meracik strategi dan mematangkan kalender event untuk musim kompetisi berikutnya. Keterlibatan aktif klub-klub ini menunjukkan bahwa detak jantung otomotif di Kota Jambi terus berdenyut kencang. Menambah gengsi dan aura racing dalam Raker tersebut, hadir pula sosok ikonik di balik kemudi IMI Provinsi Jambi, yakni Ketua Harian H. Darmawansyah atau yang lebih akrab disapa publik otomotif sebagai Mawan Dragon. Nama ini tentu sudah tidak asing lagi di lintasan aspal. Mawan Dragon adalah legenda hidup pembalap berprestasi yang pernah membawa panji Provinsi Jambi di kancah bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalimantan Timur. Tak hanya piawai memacu kecepatan di masa jayanya, reputasinya kini semakin diakui secara nasional sebagai promotor dan penyelenggara event balap motor kasta atas di Indonesia. Kehadiran sang legenda yang kini mengomandoi operasional IMI Provinsi Jambi ini, tak ayal menjadi suntikan “nitrous” yang memotivasi seluruh klub untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi. Apresiasi khusus tentu mengalir deras untuk Ketua IMI Kota Jambi, H. Adedi Putra, SH, beserta jajaran pengurus yang terus memastikan roda organisasi tetap berputar pada jalurnya. Tantangan efisiensi ini diyakini hanya akan menjadi sesi kualifikasi yang semakin mengasah insting IMI Kota Jambi untuk tampil lebih taktis, kuat, dan konsisten mencetak juara di setiap garis finis. Tetap menyala di lintasan, IMI Kota Jambi! Penulis: Andrew Sihite – Alion Meisen (KONI Kota Jambi)

Rapat Kerja

Persani Resmi Bertransformasi Jadi FGI, Senam Kota Jambi Siap Gebrak Kejurkot

Induk organisasi olahraga senam di Kota Jambi kini menyongsong semangat baru seiring dengan transisi perubahan nama dari Persatuan Senam Indonesia (PERSANI) menjadi Federasi Gimnastik Indonesia (FGI). Di bawah bendera baru ini, FGI Kota Jambi baru saja menggelar Rapat Kerja Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan persiapan Kejuaraan Kota (Kejurkot). Merujuk pada surat undangan bernomor 06/PSN-KTJBI/VII/2026 yang terlampir pada dokumen Undangan Kepada KONI Kota Jambi, kegiatan strategis ini diselenggarakan pada Sabtu (25/7/2026) bertempat di Gedung Senam Jambi. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua FGI Kota Jambi, Indra Sukma, M.Pd., beserta perwakilan dari 5 klub senam yang kini bernaung di bawah FGI Kota Jambi. Turut hadir memberikan dukungan penuh, Charles Tampubolon dari Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) FGI Provinsi Jambi. Mewakili Ketua Umum KONI Kota Jambi Antoni Gumay, hadir Wakil Ketua 1 KONI Kota Jambi, Mazharul Haq, S.H., M.H., dengan didampingi oleh jajaran pengurus KONI Kota Jambi. Kehadiran KONI menjadi bentuk sinergi yang kuat dalam mengawal masa transisi organisasi dan program pembinaan ke depan. Dalam sambutannya, Mazharul Haq memberikan pesan mendalam yang menyentuh akar perjuangan setiap insan olahraga. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak pernah berdiri sendiri. “Kita harus selalu menyadari bahwa di setiap keringat atlet yang berlatih, ada doa orang tua yang terus menyertai. Doa dan harapan itulah yang memacu anak-anak kita untuk bisa mengeluarkan potensi terbaik dari dalam diri mereka dan meraih prestasi tertinggi,” ujar Mazharul penuh haru di hadapan para peserta rapat. Di samping memberikan suntikan moral, Mazharul juga bersikap transparan mengenai tantangan yang tengah dihadapi dunia olahraga daerah saat ini. Ia menyampaikan permohonan maaf dari pihak KONI terkait dinamika dana pembinaan yang sedang mengalami penyesuaian. Persoalan dana ini memang kerap menjadi tantangan di setiap daerah, khususnya ketika mempersiapkan atlet menuju ajang besar seperti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov). “Memang saat ini kita sedang menghadapi masa efisiensi anggaran dari pemerintah. Namun, kita semua berharap dan harus membuktikan bahwa di tengah efisiensi ini, pembinaan tidak boleh terhenti dan prestasi harus tetap konsisten,” tegas Mazharul. Sebagai alternatif, sinergi antara pengurus FGI, pelatih, dan klub diharapkan mampu merumuskan strategi pembinaan yang efektif dan efisien. Dengan semangat baru dan identitas sebagai Federasi Gimnastik Indonesia, rapat kerja ini menjadi tonggak penting bagi Jambi untuk terus mencetak bibit-bibit pesenam andal yang siap mengharumkan nama daerah. Penulis: Andrew Sihite – Alion Meisen (KONI Kota Jambi)

Berita

Merajut Prestasi, Bukan Sensasi. UKT Taekwondo Kota Jambi Menjadi Cermin Pembinaan Atlet

Di saat berbagai cabang olahraga kerap disibukkan dengan dinamika organisasi, Taekwondo Indonesia (TI) Kota Jambi memilih tetap berjalan pada rel yang semestinya: membina atlet. Sebab, bagi insan taekwondo, prestasi tidak lahir dari hiruk-pikuk perdebatan, melainkan dari proses panjang yang ditempa di dojang melalui latihan, disiplin, dan ketekunan. Semangat itulah yang begitu terasa dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Geup Taekwondo Kota Jambi Periode Juli 2026 yang digelar di Dojang Pengprov Taekwondo Indonesia Jambi. Sebanyak 830 atlet dari 36 klub se-Kota Jambi mengikuti tahapan penting dalam perjalanan mereka sebagai taekwondoin. Angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik ratusan peserta itu tersimpan ribuan jam latihan, pengorbanan para orang tua yang setia mengantar anak-anaknya ke dojang, dedikasi para pelatih yang tanpa lelah membimbing, serta komitmen setiap klub dalam menjaga kesinambungan pembinaan. Semua berpadu dalam satu tujuan, yakni membangun generasi atlet yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi. Seperti yang disampaikan Hendry Juanda, Ketua Caretaker Pengprov TI jambi. UKT sendiri bukanlah seremoni pergantian warna sabuk. Dalam filosofi Taekwondo, setiap kenaikan tingkat merupakan pengakuan atas perkembangan kemampuan teknik, kedisiplinan, mental, etika, dan tanggung jawab seorang atlet. Sabuk baru bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar. Mengangkat tema “Merajut Prestasi, Bukan Sensasi, ” Kegiatan ini menyampaikan pesan yang sederhana namun sangat kuat. Kemajuan olahraga tidak dibangun melalui kontroversi, ego, ataupun pencitraan sesaat. Prestasi hanya akan lahir dari kerja nyata, pembinaan yang konsisten, organisasi yang sehat, dan komitmen seluruh elemen untuk bergerak ke arah yang sama.” Ujarnya. Hendry Juanda, SH juga menegaskan, bahwa UKT merupakan salah satu fondasi terpenting dalam sistem pembinaan Taekwondo. Menurutnya, organisasi boleh mengalami dinamika, tetapi pembinaan atlet tidak boleh berhenti. Atlet adalah masa depan Taekwondo Indonesia. Karena itu, setiap program yang menyentuh kepentingan atlet harus menjadi prioritas utama. ” Setiap warna sabuk bukan sekadar lambang tingkatan kemampuan, melainkan amanah yang harus dijaga. Seorang taekwondoin dituntut tidak hanya menguasai tekhnik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kesopanan, integritas, sportivitas, disiplin, dan rasa hormat yang menjadi filosofi utama Taekwondo.” Tambah Juanda. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua KONI Kota Jambi, Antoni Gumay, serta Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia Kota Jambi, Wiwin Arif, SE. Kehadiran para pemangku kepentingan olahraga tersebut menjadi simbol bahwa pembinaan atlet merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga. Sementara itu, Ketua KONI Kota Jambi Antoni Gumay mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Menurutnya, kehadiran 830 atlet dari 36 klub menjadi indikator bahwa pembinaan Taekwondo di Kota Jambi berkembang dengan baik. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga Taekwondo sekaligus menjadi modal besar dalam mencetak atlet yang mampu mengharumkan nama Kota Jambi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Senada dengan Ketua Pengkot TI Kota Jambi, Wiwin Arif, SE, bahwa UKT bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan instrumen evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembinaan di setiap klub. Ia berharap seluruh pelatih terus meningkatkan kualitas pembinaan sehingga lahir atlet-atlet yang unggul secara teknik, kuat secara mental, serta memiliki karakter dan etika yang baik sebagai insan olahraga. Pelaksanaan UKT berlangsung tertib, penuh semangat, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Para peserta mengikuti berbagai materi pengujian mulai dari teknik dasar, poomsae, tendangan, koordinasi gerak, ketangkasan, kedisiplinan, hingga pemahaman terhadap filosofi Taekwondo sesuai standar kenaikan tingkat. Setiap tahapan dirancang agar atlet benar-benar layak menyandang sabuk berikutnya melalui kemampuan yang diperoleh dari proses latihan yang berkesinambungan. Terlihat pelaksanaan UKT kali ini adalah semangat persaudaraan. Di dalam dojang, tidak ada sekat antar klub. Semua hadir sebagai satu keluarga besar Taekwondo Indonesia yang saling mendukung, saling menghormati, dan saling memotivasi untuk menjadi lebih baik. Inilah nilai luhur Taekwondo yang sesungguhnya, yakni membentuk manusia yang kuat bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara moral. ” Keberhasilan penyelenggaraan UKT Juli 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di Kota Jambi terus berjalan dengan baik. Ketika organisasi, pelatih, atlet, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan mampu bersatu dalam satu visi, maka yang lahir bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi besar bagi masa depan olahraga Taekwondo di Provinsi Jambi. Prestasi tidak pernah lahir secara instan. Tapi dibangun dari latihan yang berulang, disiplin yang konsisten, kerja keras yang tak kenal lelah, serta kesabaran dalam menjalani setiap proses. Karena itu, warna sabuk boleh berganti, generasi atlet akan terus silih berganti, tetapi nilai-nilai disiplin, kerja keras, rasa hormat, dan semangat pantang menyerah harus tetap menjadi identitas setiap insan Taekwondo. Itulah makna sesungguhnya dari semangat “Merajut Prestasi, Bukan Sensasi”—membangun masa depan Taekwondo melalui pembinaan yang berkelanjutan, bukan melalui kegaduhan yang sesaat.” Papar Wiwin Arif., SE. (serumpuntimur.com)